Lewati ke konten
Tatadō no Oni Hashiri

Panduan

Tatadō no Oni Hashiri

9 mnt baca

Ringkasan & Daya Tarik

"Tatadō no Oni Hashiri" adalah ritual tradisional yang diselenggarakan setiap tanggal 14 Januari (kalender baru) di Kuil Nenbutsu-ji, Kota Gojo, Prefektur Nara. Ritual ini telah berlangsung selama lebih dari 500 tahun sejak era Muromachi dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Penting Nasional Jepang. Ciri khas utama dari acara ini adalah penggunaan api. Pemandangan obor raksasa yang menyala terang di tengah kegelapan malam, dengan percikan api yang menari-nari di sekitar tiga sosok Oni (setan/raksasa), memberikan kesan yang sangat mendalam bagi setiap pengunjung. Perlu dicatat bahwa Oni yang muncul di sini bukanlah sosok jahat, melainkan "Oni Baik" yang bertugas mengusir kemalangan dan membawa keberuntungan bagi umat.

Latar Belakang Sejarah & Budaya

Kuil Nenbutsu-ji, tempat berlangsungnya ritual ini, adalah kuil bersejarah yang didirikan pada era Kamakura. Di dalam kompleks kuil terdapat aula utama beratap jerami yang disebut "Amida-do (Tatadō)". Nama "Tatadō" berasal dari metode penyucian diri menggunakan percikan api (Datdan) untuk membakar habis kemalangan. Ritual ini diyakini dimulai oleh adik dari seorang penguasa wilayah pada pertengahan era Muromachi yang meniru ritual di Kuil Ninnaji-Nendo di Kyoto. Sejarah panjang ini terbukti dari catatan literatur abad ke-15 yang menunjukkan bahwa tradisi ini terus dijaga tanpa terputus. Bahkan topeng Oni yang digunakan pun merupakan benda budaya berharga yang berasal dari abad ke-15.

Sorotan Utama

Puncak acara adalah "Oni Hashiri Malam Hari". Tiga sosok Oni (Oni Ayah, Oni Ibu, dan Oni Anak) akan muncul dengan mengenakan pakaian berwarna berbeda serta membawa alat seperti kapak atau palu. Saat mereka menari mengelilingi aula dengan obor raksasa, cahaya api yang menyentuh atap kayu bangunan menciptakan pemandangan artistik yang luar biasa. Selain itu, terdapat juga sesi siang hari di mana ritual dilakukan tanpa menyalakan obor, termasuk tradisi "Ketukan Bahu Amida" yang unik. Setiap waktu pelaksanaan menawarkan nuansa yang berbeda antara ketenangan siang hari dan kegagahan malam hari.

Waktu & Jadwal Rekomendasi

Acara ini diadakan setiap tahun pada 14 Januari. Karena diadakan di tengah musim dingin, suasananya sangat khidmat dan magis. Berikut adalah jadwal kegiatannya:

  • 16:00: Oni Hashiri Siang (Obor tidak dinyalakan)
  • 16:15: Oni Hashiri Anak
  • 16:30: Ritual Penyebaran Mochi Keberuntungan (Fukumochi Maki)
  • 19:00: Ritual Shabatō Goma (Pembakaran dupa)
  • 21:00: Oni Hashiri Malam (Ritual Utama dengan obor raksasa)

Bagian malam adalah waktu terbaik untuk melihat dinamika api dan asap yang paling spektakuler.

Pengalaman & Aktivitas

Ritual ini bukan sekadar tontonan, melainkan kesempatan untuk menyentuh spiritualitas Jepang. Berat obor yang dibawa oleh para Oni mencapai sekitar 60 kg, yang menunjukkan dedikasi dan persiapan fisik yang luar biasa dari para pelakunya. Di akhir ritual, terdapat momen di mana pengunjung dapat merasakan semangat kebersamaan masyarakat lokal dalam menjaga tradisi.

Area Sekitar

Kota Gojo di Prefektur Nara memiliki lanskap sejarah yang sangat kental. Di sekitar Kuil Nenbutsu-ji, Anda dapat menikmati pemandangan desa tua yang tenang. Karena area parkir sangat terbatas saat acara berlangsung, disarankan untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Anda dapat mengunjungi titik-titik sejarah di sekitar Nara untuk melengkapi perjalanan Anda.

Perlengkapan, Pakaian & Etika

Saat menghadasi acara, harap perhatikan hal berikut:

  • Pembayaran: Siapkan uang tunai (Yen) untuk keperluan konsumsi atau belanja di sekitar lokasi.
  • Bahasa: Dukungan bahasa Inggris sangat terbatas, disarankan menggunakan aplikasi penerjemah.
  • Reservasi: Tidak memerlukan reservasi, namun pastikan kembali jadwal terbaru.
  • Pakaian: Suhu di Nara pada pertengahan Januari sangat dingin. Wajib membawa mantel tebal, sarung tangan, dan penghangat tubuh (heat pack).
  • Fotografi: Berhati-hatilah dengan kamera/ponsel Anda karena adanya percikan api dan asap. Ikuti instruksi petugas setempat.
  • Aksesibilitas: Area kuil memiliki banyak anak tangga dan permukaan batu yang tidak rata, gunakan sepatu yang nyaman.
  • Etika: Ini adalah ritual suci. Mohon menjaga ketenangan dan tidak mengganggu jalannya prosesi.