
Panduan
Chohoji adalah kuil aliran Tendai yang terletak di Kota Kainan, Prefektur Wakayama. Kuil ini memiliki sejarah panjang yang bermula pada tahun 1000 (era Chōhō) atas perintah Kaisar Ichijō. Keistimewaan utamanya adalah tiga bangunan—Hondo (Aula Utama), Tahoto (Pagoda Dua Tingkat), dan Daimon (Gerbang Besar)—yang semuanya ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang. Sangat jarang ditemukan kuil yang memiliki tiga bangunan sekaligus sebagai Harta Nasional, selain dari Horyu-ji di Nara. Selain itu, pada era Edo, kuil ini menjadi kuil keluarga bagi klan Tokugawa Kishu, dengan area makam penguasa yang sangat luas di sekitarnya.
Didirikan pada tahun 1000, kuil ini sangat erat kaitannya dengan budaya aristokrat era Heian, masa di mana tokoh sastra seperti Sei Shonagon dan Murasaki Shikibu berkarya. Nama 'Choho' sendiri diambil dari era tersebut. Struktur bangunan yang ada saat ini berkembang dari masa Kamakura hingga periode Nanboku-cho. Pada era Edo, Chohoji ditetapkan sebagai kuil leluhur oleh Tokugawa Yorinobu, penguasa pertama klan Kishu. Hal ini menciptakan lanskap sejarah yang unik dengan adanya kompleks makam keluarga Tokugawa yang megah di lereng bukit di belakang bangunan utama.

Di dalam area kuil, Anda dapat melihat berbagai bangunan tradisional Jepang yang masih terjaga dengan baik. Tiga mahakarya utama yang merupakan Harta Nasional adalah Hondo (dibangun tahun 1311), Tahoto (1357), dan Daimon (1388). Selain itu, terdapat bangunan lain seperti Kyakuden dan Goryoya yang merupakan Warisan Budaya Berwujud Prefektur Wakayama. Area makam keluarga Tokugawa Kishu yang mencakup area sekitar 10.000 tsubo menawarkan pemandangan megah di tengah pegunungan, memberikan kesan kedalaman sejarah yang luar biasa.
Setiap musim menawarkan pesona yang berbeda. Pada musim semi, Anda dapat menikmati pemandangan bunga sakura yang cantik dengan latar belakang bangunan kuno. Pada bulan November, pemandangan musim gugur dengan dedaunan merah yang kontras dengan arsitektur bersejarah memberikan suasana yang sangat harmonis. Kami menyarankan untuk berkunjung pada siang hari agar Anda dapat mengamati detail struktur arsitektur Harta Nasional secara lebih jelas dalam suasana yang tenang.

Di Chohoji, Anda dapat mengamati secara dekat teknik arsitektur tradisional Jepang, mulai dari detail atap genteng yang kokoh hingga dekorasi yang sangat halus. Mempelajari sejarah keluarga Tokugawa Kishu juga memberikan wawasan tentang sistem pemerintahan domain di Jepang. Kunjungan ke tempat ini bukan sekadar wisata, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk merasakan ketenangan di tengah ruang yang sunyi.
Chohoji terletak di jalur kuno Kumano Kaido, yang secara historis merupakan jalur penting bagi peziarah dan perdagangan. Di sekitar area ini, Anda masih dapat menemukan jejak-jejak sejarah jalan kuno dan pemandangan pedesaan yang autentik. Anda dapat menggabungkan kunjungan ini ke dalam rute wisata sejarah yang lebih luas di Prefektur Wakayama.