
Panduan
Situs Chojakagara terletak di dalam Taman Miyama, Kota Itoigawa, Prefektur Niigata. Ini merupakan bekas pemukiman terbesar di wilayah Hokuriku yang dihuni sekitar 5.500 hingga 4.000 tahun lalu pada era Jomon. Lokasi ini memiliki sejarah penting sebagai pusat pengolahan dan distribusi batu, terutama kapak batu dan giok (jadeite) yang berasal dari aliran Sungai Hime. Terletak di dataran tinggi setinggi 90 meter, sekitar 2,5 km dari garis pantai, situs ini merupakan peninggalan arkeologis penting yang menunjukkan bagaimana masyarakat kuno memanfaatkan lingkungan alam untuk membangun budaya alat batu yang maju.
Sejarah situs ini bermula dari pertengahan era Jomon. Wilayah aliran Sungai Hime dikenal secara global sebagai sumber giok (jadeite) yang sangat berharga, dan Situs Chojakagara berfungsi sebagai titik distribusi utama. Proses pengolahan batu dan giok yang kemudian dibawa ke berbagai daerah menjadi fondasi kehidupan di tempat ini. Di 'Taman Situs Chojakagara' yang dibangun untuk pelestarian dan publikasi, pengunjung dapat melihat pameran rekonstruksi berdasarkan hasil penggalian arkeologis, yang menunjukkan struktur sosial dan tingkat teknologi masyarakat pada masa itu.

Di Situs Chojakagara dan Museum Arkeologi Chojakagara, terdapat beberapa fasilitas dan pameran menarik:
Situs Chojakagara terletak di lingkungan yang kaya akan alam. Anda dapat menikmati pemandangan yang berbeda setiap musimnya. Untuk melihat peninggalan sejarah secara mendalam, disarankan berkunjung pada siang hari yang terang. Museum Arkeologi sangat cocok dikunjungi saat cuaca buruk atau musim panas karena pamerannya yang terlindungi dari cuaca, memungkinkan Anda belajar budaya kuno dengan nyaman. Perubahan vegetasi di sekitar, seperti bunga lily bambu, juga memberikan pengalaman alam yang unik di setiap musim.
Museum Arkeologi Chojakagara menawarkan lebih dari sekadar melihat pameran. Terdapat program seperti 'Pengalaman Jomon' yang memberikan kesempatan untuk merasakan teknologi dan gaya hidup masa lalu secara lebih dekat. Selain itu, melalui fasilitas terkait seperti Salon Arkeologi dan Institut Budaya Giok, pengunjung dapat mendalami pengetahuan yang lebih spesisifik.
Situs ini berada di dalam Taman Miyama, sehingga Anda dapat menikmati jalan-jalan santai di taman setelah berkunjung. Lokasi ini juga berkaitan erat dengan situs geologi lain di Itoigawa dan Fossa Magna Museum. Menggabungkan kunjungan ke tempat-tempat ini akan memperdalam pemahaman Anda tentang geologi dan sejarah wilayah Itoigawa. Lingkungan sekitarnya yang asri sangat cocok untuk wisata sejarah sekaligus wisata alam.
Karena area taman dan bekas tempat tinggal rekonstruksi memiliki bagian yang tidak beraspal, sangat disarankan untuk memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Harap menjaga etika di ruang pameran dan taman untuk melindungi situs budaya.