
Panduan
Chikubushima Jinja (Tsukubusuma Jinja) adalah sebuah kuil yang terletak di Pulau Chikubu, sebuah pulau suci yang terapung di Danau Biwa, Prefektur Shiga. Seluruh pulau ini telah ditetapkan sebagai tempat bersejarah dan pemandangan indah nasional, menjadikannya pusat kepercayaan sejak zaman dahulu. Salah satu daya tarik utamanya adalah aula utama (Honden) yang merupakan Harta Nasional, yang mempertahankan gaya arsitektur era Azuchi-Momoyama yang megah. Sebagai salah satu dari Tiga Benten Jepang, tempat ini memiliki nilai budaya dan sejarah yang sangat tinggi.
Sejarah tempat ini sangat panjang, di mana dulunya terdapat penyatuan antara kepercayaan Shinto dan Buddha bersama dengan kuil Bokugan-ji. Setelah pemisahan agama pada era Meiji, nama kuil berubah dari 'Bentensha' menjadi 'Tsukubusuma Jinja' seperti sekarang. Aula utamanya telah ditetapkan sebagai bangunan perlindungan khusus pada tahun 1899, dan pada tahun 1953 ditetapkan sebagai Harta Nasional berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Budaya. Kepercayaan masyarakat terhadap pulau ini terus terjaga selama berabad-abad, didukung oleh dokumen sejarah seperti 'Chikubusima Engi'.

Nilai sejarah terbesar terletak pada aula utama yang berstatus Harta Nasional. Keindahan arsitektur yang membawa nuansa era Azuchi-Momoyama ini adalah simbol utama dari kuil ini. Selain itu, karena seluruh pulau ditetapkan sebagai situs bersejarah, pengunjung dapat menikmati pemandangan unik sebuah pulau terisolasi di tengah Danau Biwa. Upacara dan festival yang diadakan setiap musim juga merupakan elemen penting yang melestarikan tradisi bersejarah ini.
Chikubushima Jinja mengadakan berbagai ritual suci yang berbeda setiap musimnya. Misalnya, pada bulan Juni diadakan 'Festival Chikubusima' dan 'Festival Sansha Benten', serta pada bulan Agustus diadakan ritual 'Doji-mukae'. Waktu-waktu ini adalah momen spesial untuk menyaksikan ritual tradisional secara langsung. Periode dari Mei hingga Agustus sangat disarankan karena cuaca yang stabil, sangat cocok untuk menikmati pemandangan danau yang indah saat beribadah.

Di sini, Anda dapat merasakan langsung suasana ritual bersejarah. Contohnya, pada tanggal 7 Agustus, Anda dapat menyaksikan 'Ritual Kapal Doji-mukae' di mana kapal ritual mengelilingi Pulau Chikubu. Selain itu, di tempat penjualan jimat (juyosho), tersedia berbagai jimat musiman dan 'Kawara-ke' (omikuji/ramalan keberuntungan) yang bisa dibeli (catatan: ketersediaan dapat berubah tergantung musim).
Di dalam area kuil, Anda dapat merasakan latar belakang sejarah dari kuil Bokugan-ji yang dulunya menyatu dengan kuil ini dalam tradase Shinto-Buddha. Seluruh pulau merupakan bagian dari warisan budaya yang penting, di mana pemandangan Danau Biwa di sekitarnya menjadi satu kesatuan dengan lanskap suci ini. Untuk mencapai Pulau Chikubu, Anda harus menggunakan kapal feri dari pelabuhan terdekat.
Saat berkunjung ke kuil, harap perhatikan hal-hal berikut: