
Panduan
Ritual persembahan "Bugaku" yang diadakan di Yasa Ka Jinja, salah satu kuil paling ikonik di Kyoto, merupakan upacara suci yang menghidupkan kembali kemegahan budaya era Heian ke masa kini. Bugaku adalah tarian elegan yang diiringi oleh melodi musik Gagaku. Dalam acara ini, Anda dapat menyaksikan pertunjukan autentik yang dibawakan oleh kelompok Yasaka Gakukai.
Salah satu daya tarik utamanya adalah kehadiran "Odaiko" atau drum besar yang tingginya bisa mencapai lebih dari 3 meter di sisi selatan area Buden. Dentuman drum yang berat berpadu dengan suara instrumen tradisional seperti Sho dan Hichiriki, membawa Anda seolah kembali ke masa seribu tahun yang lalu. Di tengah suasana yang tenang, para penari dengan kostum berwarna-warni akan menampilkan keindahan yang mendalam tentang sejarah Kyoto.
Asal-usul persembahan Bugaku sangatlah tua, bermula dari doa untuk kesembuhan Kaisar Enju ke-64 pada tahun 975. Sejak era Kaisar Sutoku (sekitar tahun 1123–1142), ritual ini menjadi acara tahunan yang rutin dilaksanakan.
Meski sempat terhenti akibat berbagai konflik sejarah seperti Perang Onin (1467–1477), tradisi ini berhasil dipulihkan oleh Kaisar Komei ke-121 pada tahun 1865. Kini, Yasaka Gakukai terus menjaga dan mewariskan tradisi ini dengan penuh dedikasi. Bugaku sendiri merupakan perpaduan unik antara seni tari asli Jepang dengan pengaruh musik dari daratan Tiongkok (Togaku) dan Semenanjung Korea (Komagaku), menjadikannya warisan budaya yang sangat berharga.