
Panduan
Awai Jinja terletak di Kota Kanonji, Prefektur Kagawa, dan merupakan kuil bersejarah yang diakui sebagai salah satu dari 24 Kuil Sanuki Enshiki-nai. Kuil ini telah menjadi pusat penghormatan masyarakat setempat sejak lama dan kini sangat populer sebagai 'Istana Hydrangea'. Puncaknya terjadi antara bulan Juni hingga Juli, di mana sekitar 3.000 tanaman hydrangea dengan berbagai warna akan menutupi seluruh area kuil, menciptakan pemandangan yang luar biasa bagi para pengunjung.
Kuil ini memiliki sejarah lebih dari seribu tahun. Dahulu dikenal sebagai 'Kariata Daimyojin' karena wilayah sucinya yang luas, kuil ini juga menerima dukungan besar dari keluarga-keluarga berpengaruh seperti keluarga Ikoma dan keluarga Kyogoku pada masa Edo. Meskipun pernah mengalami kerusakan akibat perang pada masa Tensho, saat ini kuil ini terus dijaga dan dilestarikan melalui upaya penanaman kembali tanaman hydrangea oleh komunitas lokal, menjadikannya simbol musim yang ikonik.

Daya tarik utamanya adalah hamparan bunga hydrangea yang mekar di awal musim panas. Berbagai warna seperti ungu, merah muda, biru, dan putih tertata di lereng dan jalan setapak, menciptakan harmoni antara arsitektur kuil dan alam. Selain bangunan utama (Honden), pengunjung juga dapat melihat berbagai kuil pendukung seperti Sugio Jinja, Ara Tama Jinja, Awashima Jinja, Ji Jinja, dan Izushima Jinja, yang memberikan gambaran struktur kompleks kuil yang unik.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari Mei hingga Juli, saat bunga hydrangea sedang dalam kondisi paling indah. Khusus pada bulan Juni, diadakan perayaan 'Ajisai Matsuri' (Festival Hydrangea) yang melibatkan kegiatan masyarakat setempat. Selama festival, biasanya terdapat acara tradisional yang berlangsung sekitar pukul 10:00 hingga 13:30.
Selain menikmati keindahan alam, pengunjung dapat merasakan atmosfer tradisional Jepang melalui acara musiman seperti Ajisai Matsuri di bulan Juni, di mana terkadang terdapat pertunjukan musik Taisho Koto, drum Taiko, hingga tarian tradisional. Mengunjungi kuil ini dengan tenang untuk berdoa di tengah alam adalah pengalaman spiritual yang sangat berharga.
Di sekitar kuil, terdapat banyak titik bersejarah lainnya. Misalnya, di sekitar Gunung Fujime, terdapat reruntuhan Kastil Fujime yang konon merupakan benteng keluarga Saito pada zaman Muromachi. Anda juga dapat menyusun rute wisata sejarah dengan mengunjungi Fudoin, Fudome Inari, atau Kenzan Jinja yang terletak di dekatnya.
Saat berkunjung, harap tetap menjaga etika dasar saat berada di tempat suci. Karena medan yang mungkin sedikit bergelombang di area tanaman, disarankan menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Untuk donasi atau persembahan (osaisen), umumnya menggunakan uang tunai sesuai dengan tradisi kuil di Jepang.