
Panduan
Atsumi Onsen terletak di bagian selatan Prefektur Yamagata, tepatnya di Kota Tsuroka, dan membentang di sepanjang Sungai Atsumi. Nama 'Atsumi' sendiri konon berasal dari fenomena di mana air panasnya dianggap mampu menghangatkan laut melalui aliran sungai. Saat ini, pusat keramaian berada di sekitar 'Kajika-dori' yang tertata rapi, di mana Anda dapat menikmati suasana kota tua dengan berjalan kaki di antara penginapan kayu tradisional, fasilitas istirahat, dan kolam kaki (ashiyu) dalam lingkungan yang ramah pejalan kaki. Kualitas airnya merupakan jenis 'Taka Onsen' yang khas di Yamagata, dengan pH antara 7.5 hingga 8.3 yang memberikan manfaat kesehatan yang melimpah.
Sejarah Atsumi Onsen sangat panjang, dengan legenda yang menyebutkan bahwa biksu Kobo Daishi menemukannya pada tahun 821 M. Pada era Keshos, tempat ini sudah menjadi lokasi penyembuhan (toji). Pada zaman Edo, penguasa klan Sakai dari domain Shonai telah membangun sistem administrasi untuk pengelolaan onsen. Tempat ini juga dicintai oleh para sastrawan ternama seperti Akiko Yosano dan Riichi Yokomitsu yang pernah berkunjung ke sini.
Salah satu titik balik sejarah adalah kebakaran besar pada tahun 1951. Untuk membangkitkan kembali semangat pemulihan, pohon sakura ditanam di sepanjang tepi Sungai Atsumi. Peristiwa ini juga memicu modernisasi sistem distribusi air panas dari sumur tradisional ke sistem manajemen terpusat. Selain itu, wilayah ini memiliki sejarah kepedulian sosial yang kuat, seperti saat menerima pengungsi anak-anak dari Tokyo selama Perang Dunia II.
Ada berbagai titik relaksasi di kota onsen ini. 'Shimo-no-yu' yang terletak di pintu masuk kota, merupakan pemandian umum terbesar dengan bak berbentuk lingkaran yang unik. 'Shomen-yu' terletak di pusat kota dekat lokasi pasar pagi, sangat praktis untuk dikunjungi. Selain itu, terdapat 'Yunozato Koshu Yoku' yang populer di kalangan warga lokal.
Belakangan ini, 'Ashiyu' (kolam kaki) menjadi tren wisata baru. Anda dapat menemukan kolam kaki dengan nama-nama unik dalam dialek Shonai, seperti 'Anbe-yu' (berarti pengaturan/kenyamanan), 'Mosshé-yu' (berarti menarik), dan 'Mokke-yu' (berarti terima kasih). Selain itu, 'Atsumi Onsen Bara-en' (Taman Mawar) di dataran tinggi menawarkan pemandangan sekitar 3.000 mawar yang mekar indah dari bulan Juni hingga Oktober.
Atsumi Onsen memiliki pesona yang berbeda di setiap musim. Musim semi menawarkan pemandangan sakura sebagai simbol pemulihan, musim panas dimeriahkan oleh warna-warni taman mawar, dan musim gugur menawarkan pengalaman onsen dengan latar dedaunan yang berubah warna. Waktu paling direkomendasikan adalah bulan Juni saat 'Atsumi Onsen Bara-en Matsuri' berlangsung.
Selain berendam, Anda bisa mencicipi kuliner lokal seperti 'Genroku Mochi' yang lembut atau 'Tochimochi' yang terbuat dari biji tanaman Tochi. Jangan lewatkan juga 'Atsumi Kabu-zuke', acar lobak merah khas daerah Atsumi. Di pusat kota, pasar pagi juga sering diadakan (kecuali musim dingin) untuk merasakan suasana lokal yang hidup.
Untuk menjelajahi kota, disarankan menggunakan sepatu yang nyaman. Beberapa area mungkin memiliki perbedaan ketinggian atau tangga. Mohon perhatikan etika saat menggunakan fasilitas umum atau kolam kaki agar tetap menjaga ketenangan bagi pengunjung lain.