Lewati ke konten
Bapuji Temple

Panduan

Bapuji Temple

10 mnt baca

Ringkasan & Daya Tarik

Bapuji adalah kuil bersejarah yang menjadi kuil keluarga bagi klan Ashikaga, keturunan dari garis keturunan Genji, yang terletak di Kota Ashikaga, Prefektur Tochigi. Dengan luas area sekitar 40.000 m², struktur yang dikelilingi oleh parit dan tanggul tanah ini mempertahankan nuansa kediaman prajurit (Hirajiro) dari era Kamakura. Karena nilai sejarahnya, area ini ditetapkan sebagai situs sejarah nasional 'Bekas Kediaman Klan Ashikaga' pada tahun 1922. Area kuil ini juga dikelola sebagai taman kota bernama 'Dainien', menciptakan harmoni yang indah antara bangunan bersejarah dan alam sekitarnya.

Latar Belakang Sejarah & Budaya

Asal-usul Bapuji bermula pada tahun 1196 (era Kenkyu ke-7), ketika Yoshikane, generasi kedua dari klan Ashikaga, membangun aula Buddha di kediamannya untuk memuja Dainichi Nyorai sebagai dewa pelindung. Setelah itu, Yoshi, generasi ketiga, membangun struktur kuil yang lebih besar, dan kuil ini berkembang sebagai kuil keluarga Ashikaga. Tempat ini bukan sekadar fasilitas keagamaan, melainkan simbol penting dari sejarah regional yang berjalan selaras dengan sejarah klan Ashikaga.

Daya Tarik Utama

Bapuji memiliki banyak bangunan dan karya seni dengan nilai budaya yang sangat tinggi. Bangunan yang paling penting adalah 'Hondo' (Aula Utama) yang telah ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang. Selain itu, terdapat juga bangunan lain yang merupakan Warisan Budaya Penting, seperti Menara Lonceng dan Kyodo (Aula Issaikyo). Koleksi lainnya mencakup naskah kuno, karya seni penting, serta kerajinan tangan seperti tungku dupa keramik dan vas bunga yang memiliki nilai estetika tinggi, yang sangat penting untuk memahami keindahan bentuk dan spiritualitas tradisional Jepang.

Rekomendasi Musim & Waktu Kunjungan

Berbagai acara diadakan sesuai musim di Bapuji. Salah satu yang paling istimewa adalah 'Ashikaga Shinno' yang diadakan pada hari Sabtu kedua bulan September. Ini adalah pertunjukan Noh tradisional yang dilakukan di bawah cahaya obor (matoi), sebuah tradisi yang berkembang di bawah perlindungan Shogun Ashikaga Yoshimitsu. Selain itu, pada akhir tahun, terdapat upacara khusus seperti pembunyian lonceng tahun baru (Joya no Kane) pada 31 Desember, serta ritual meditasi Ogoma dari tanggal 1 hingga 7 Januari.

Pengalaman & Aktivitas

Selain menjelajahi bangunan bersejarah, Anda dapat mengikuti tur khusus dengan pendampingan dari biksu. Untuk melihat bagian dalam Hondo atau Issaikyo, sangat disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu agar Anda bisa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai latar belakang sejarahnya. Tersedia juga pemandu wisata di area kuil yang dapat membantu Anda menjelajahi lokasi dengan brosur panduan. Anda dapat mengamati detail arsitektur dan kerajinan tangan yang sangat halus dari perspektif ahli.

Area Sekitar

Di sekitar Bapuji, terdapat berbagai tempat yang memungkinkan Anda mendalami sejarah dan budaya Ashikaga lebih jauh. Misalnya, 'Ashikaga Textile Museum' untuk mempelajari sejarah tekstil Ashikaga, atau area jalanan bersejarah yang menarik untuk berjalan santai. Anda juga bisa merancang rute wisata yang mencakup kunjula ke museum atau kafe di sekitar area ini dengan menggunakan sepeda.

Perlengkapan, Pakaian & Etika

Saat mengunjungi Bapuji, harap perhatikan hal-hal berikut:

  • Pembayaran: Masuk ke area kuil (Dainien) adalah gratis, namun pembayaran tunai diperlukan untuk biaya masuk Aula Issarakyo (300 yen) atau tur khusus dengan biksu.
  • Bahasa: Untuk ketersediaan panduan atau brosur dalam bahasa Inggris, disarankan untuk memeriksa kondisi setempat terlebih dahulu.
  • Reservasi: Reservasi sebelumnya sangat disarankan atau bahkan wajib untuk melihat bagian dalam Hondo atau Issaikyo, serta untuk tur dengan biksu.
  • Pakaian: Karena area kuil sangat luas, disarankan mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Harap berpakaian sopan sesuai dengan etika kuil.
  • Fotografi: Harap ikuti instruksi mengenai area yang diperbolehkan atau dilarang untuk mengambil foto, terutama di dalam bangunan.
  • Aksesibilitas: Meskipun area kuil luas, terdapat beberapa bagian dengan undakan atau struktur sejarah yang mungkin sulit dilewati kursi roda. Mohon periksa rute terlebih dahulu.
  • Etika: Karena ini adalah tempat ibadah, harap menjaga ketenangan dan jangan menyentuh atau memasuki area terlarang demi menjaga kelestarian benda budaya.