
Panduan
Taman Asahiyama yang terletak di Himi, Prefektur Toyama, adalah sebuah taman indah di mana sejarah dan alam menyatu secara harmonis. Dahulu dikenal sebagai perbukitan 'Dofune-yama', taman ini memiliki latar belakang sejarah yang mendalam, didirikan untuk memperingati kemenangan dalam Perang Sino-Jepel dan kunjungan Kaisar ke wilayah Hokuriku. Di dalam taman, terdapat sekitar 270 pohon sakura Somei Yoshino yang telah dipilih sebagai salah satu dari '70 Lokasi Sakura Terbaik di Toyama'. Saat musim semi, lereng bukit akan tertutup oleh hamparan bunga sakura yang luar biasa indah. Selain itu, taman ini juga dilengkapi dengan fasilitas modern seperti 'Miharashi no Oka' (Bukit Pemandangan), area bermain anak yang besar, dan lapangan rumput luas, menjadikannya destinasi yang cocok bagi keluarga maupun wisatawan umum.
Sejarah taman ini bermula pada tahun 1907 (Era Meiji), ketika pohon pinus, sakura, dan pohon musim gugur ditanam untuk memperingati kemenangan perang. Pada tahun 1909, taman ini resmi dibuka sebagai taman daerah untuk memperingati kunjungan Kaisumatsu ke wilayah Hokuriku. Di puncak bukit, terdapat patung Kaisar Jimmu yang dibangun pada tahun 1908, lengkap dengan kaligrafi 'Eiho' yang ditulis oleh Nogi Maresuke. Karena sejarah ini, taman ini terkadang disebut sebagai 'Taman Eiho'. Selain itu, taman ini juga menjadi simbol budaya lokal, dengan sejarah adanya arena sumo permanen dan perpindahan air mancur 'Buri Kozo' yang ikonik dari depan Stasiun Himi.

Terdapat berbagai spot menarik yang dapat Anda jelajahi. Daya tarik utamanya adalah pemandangan sakura di musim semi, di mana sekitar 270 pohon Somei Yoshino menghiasi lereng Asahiyama. Di dekat puncak, Anda dapat melihat patung Kaisar Jimmu yang memberikan nuansa sejarah yang kuat. 'Miharashi no Oka', yang baru dibuka pada tahun 2021, menawarkan pemandangan terbuka yang menyegarkan. Bagi keluarga, area bermain anak sangat lengkap dengan perosotan roller sepanjang 23 meter, menara simbolik setinggi 6 meter, dan lebih dari 30 jenis wahana permainan. Tersedia juga lapangan rumput luas seluas 10.000 m² dan Center House untuk beristirahat.
Taman Asahiyama menawarkan wajah yang berbeda di setiap musim. Musim semi (Maret–April) adalah waktu terbaik untuk berkunjung karena bunga sakura sedang mekar penuh, membuat seluruh taman tampak seperti awan merah muda. Musim gugur (Oktober–November) juga sangat indah dengan warna-warni dedaunan musim gugur. Untuk aktivitas keluarga, waktu siang hari sangat disarankan. Jika Anda ingin menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah dari atas bukit, Anda bisa berkunjung pada sore hari. Meskipun taman terbuka 24 jam, kami menyarankan kunjungan di siang hari demi keamanan dan kenyamanan.
Anda dapat menikmati berbagai aktivitas di alam terbuka. Anak-anak dapat bermain dengan aktif di area permainan besar atau perosotan roller. Bagi yang ingin bersantai, lapangan rumput yang luas sangat ideal untuk piknik bersama keluarga. Anda juga bisa melakukan jalan santai sambil mempelajari sejarah melalui monumen seperti patung Kaisar Jimmu. Dari atas bukit, Anda dapat menikmati angin sepoi-sepoi sambil memandang pemandangan di sekitar.
Di sekitar taman, terdapat berbagai tempat yang menunjukkan kekayaan budaya Himi. Salah satunya adalah bangunan bersejarah yang kini dikelola sebagai 'Hotel Aubergine de Micuni'. Karena lokasinya yang dekat dengan garis pantai Himi, Anda dapat menyusun rencana perjalanan untuk menikmati wisata alam di taman, lalu melanjutkan perjalanan kuliner untuk menikmati makanan laut segar khas Himi.
Kami menyarankan penggunaan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki, terutama saat menjelajahi area bukit dan lapangan rumput. Sesuaikan pakaian Anda dengan perubahan cuaca. Meskipun fotografi bebas dilakukan, harap tetap menjaga ketertiban di tempat umum. Untuk pembayaran di fasilitas sekitar, harap siapkan uang tunai atau kartu jika diperlukan. Meskipun taman dapat diakses 24 jam, harap perhatikan ketenangan lingkungan saat berkunjung di malam hari.