
Panduan
Kura Fuji Sengen Jinja adalah sebuah kuil yang terletak di lereng Gunung Arakurayama, Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi. Daya tarik utamanya adalah pemandangan yang mendunia, di mana Anda dapat menangkap satu bingkai sempurna yang berisi Gunung Fuji, gerbang Torii merah, dan menara pagoda lima tingkat 'Chureito' sebagai penghormat bagi mereka yang gugur dalam tugas. Pemandangan gerbang merah yang kontras dengan hijaunya hutan merupakan simbol keindahan tradisional Jepang, menjadikannya destinasi suci bagi para fotografer dan pelancong dari seluruh dunia.
Sejarah kuil ini sangat panjang, dimulai sejak tahun 706 M (era Kaisar Monmu), ketika kuil ini didirikan sebagai dewa pelindung wilayah Fujikita. Secara historis, kuil ini memiliki peran penting; pada tahun 806 M saat terjadi letusan besar Gunung Fuji, utusan istana melakukan upacara untuk memohon ketenangan negara dan padamnya letusan. Sejak saat itu, kuil ini menerima gelar 'Sangoku Daiichi-zan' (Gunung Pertama di Tiga Negara) serta persembahan berupa gerbang Torii besar dan koin emas. Selain itu, upacara 'Gokoroi-sai' yang diadakan setiap 60 tahun sekali merupakan ritual suci untuk menenun pakaian persembahan bagi dewa, sebuah tradisi yang terus dijaga hingga kini.

Elemen-elemen yang membentuk pemandangan indah di jalur menuju kuil sangatlah lengkap. Hal pertama yang akan memikat mata Anda adalah gerbang Torii merah yang megah. Setelah menaiki tangga, Anda akan melewati tempat penyucian (Chozuya) dan aula Kagura, hingga sampai di bangunan utama (Honden) dengan gaya arsitektur Nagare-zukuri. Di sini, dari menara pagoda lima tingkat 'Chureito' yang menjadi simbol tempat ini, Anda dapat memandang kemegahan Gunung Fuji. Kombinasi antara bangunan bersejarah dan Gunung Fuji yang berubah wajah setiap musim menciptakan pemandangan yang tiada duanya.
Kura Fuji Sengen Jinja menawarkan keindahan yang berbeda di setiap musim. Musim semi, saat bunga Sakura bermekaran, adalah waktu paling populer karena perpaduan warna merah muda bunga sakura, putihnya salju di puncak Fuji, dan struktur pagoda. Musim panas menawarkan hijaunya alam yang rimbun, musim gugur menyajikan warna-warni dedaunan, dan musim dingin menghadirkan pemandangan Gunung Fuji yang tertutup salju dengan udara yang jernih. Untuk menghindari keramaian saat berfoto, disarankan datang pada pagi hari saat cahaya matahari masih lembut.

Di sini, Anda dapat merasakan langsung budaya tradisional Jepang. Anda dapat mengikuti upacara doa (Gokito) untuk berbagai permohonan seperti perlindungan dari kemalangan, keselamatan keluarga, keberhasilan studi, hingga keselamatan berkendara. Untuk Goshuin (stempel suci), saat ini sistem yang digunakan adalah pembagian stempel yang sudah disiapkan sebelumnya guna mengurangi antrean. Anda dapat merasakan kedalaman spiritualitas Jepang di tengah suasana yang sakral.
Kuil ini terletak di dalam Taman Arakurayama Sengen, di mana Anda bisa menikmati jalan-jalan santai di area sekitarnya. Di sekitar Fujiyoshida, terdapat banyak kuliner yang menggunakan air murni dari Gunung Fuji serta deretan bangunan bersejarah yang menarik untuk dijelajahi. Lokasinya sangat strategis karena dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Stasiun Shimoyoshida di jalur Fuji Kyuko, sehingga memudahkan Anda untuk merencanakan tur sambil mampir ke kafe atau restoran lokal.

Karena terdapat banyak anak tangga menuju area utama, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Perhatikan hal-hal berikut: