
Panduan
Aotani Bairin adalah hutan plum yang terletak di bagian selatan Kota Joyo, Prefektur Kyoto, dengan luas sekitar 20 hektar dan menampung sekitar 10.000 pohon plum. Di sini, dua jenis plum dibudidayakan: plum besar (untuk bahan sake dan manisan) dan plum kecil (untuk umeboshi), menjadikannya salah satu area dengan skala terbesar di Kyoto. Setiap tahun, kawasan ini menjadi sangat populer saat perayaan "Festival Plum" yang diadakan dari bulan Februari hingga Maret.
Meski asal-usul pastinya tidak diketahui, wilayah ini telah lama dikenal sebagai salah satu pusat penghasil plum terbaik di Jepang. Keindahan aroma plum di sini bahkan telah diabadikan dalam puisi oleh Pangeran So-ryo, putra Kaisar Go-Daigo, pada zaman Kambo era Kamakura. Selain itu, terdapat catatan sejarah mengenai kecintaan seorang putri kekaisaran pada masa era Meiji terhadap tempat ini. Saat ini, Festival Plum yang diadakan sejak tahun 1984 telah menjadi bagian penting dari budaya lokal.

Di dalam hutan plum, Anda akan melihat gradasi warna bunga dari putih hingga merah muda pucat yang berubah sesuai musim. Saat bunga plum putih sedang mekar penuh, seluruh pemandangan akan terlihat seperti hamparan salju putih yang indah. Selain itu, terdapat berbagai situs bersejarah di sekitarnya, seperti Kuil Nakatenman yang memiliki prasasti puisi dari Sugawara no Michizane, serta sisa-sisa sejarah dari era Bakumatsu. Berjalan menuju ke arah selatan, Anda juga bisa menyusuri jalan menuju Kuil Ryufukuji yang penuh sejarah.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara Februari hingga Maret, saat bunga plum sedang mekar sempurna. Pada periode ini, "Festival Plum" diadakan dan seluruh area akan diselimuti oleh aroma manis yang menenangkan. Waktu siang hari sangat ideal untuk mengamati detail warna dan bentuk bunga, namun pastikan Anda tetap berhati-hati saat berjalan di dalam area hutan agar tetap aman.
Di Aotani Bairin, Anda bisa menikmati jalan santai di tengah alam yang asri. Anda juga dapat merasakan budaya lokal dengan menyusuri area yang masih mempertahankan deretan rumah tua dan kuil bersejarah. Salah satu cara terbaik untuk menikmati suasana adalah dengan membawa bekal makanan (obento) dan bersantai di bawah sinar matahari di tengah keindahan hutan plum. Mempelajari proses produksi produk berbahan dasar plum juga akan memberikan pengalaman yang unik.
Di sekitar hutan plum, terdapat berbagai peninggalan sejarah dan tempat ibadah. Di Kuil Nakatenman, Anda dapat melihat benda budaya berharga seperti ema (papan doa). Anda juga bisa mencoba rute jalan santai melalui jalan setapak yang diapit oleh rumpun bambu dan dinding batu menuju Kuil Ryufukuji untuk merasakan suasana pedesaan Jepang yang autentik. Anda dapat menyusun rute jalan santai sekitar 1,5 jam dengan menggabungkan titik-titik ini.
Sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki karena medan di dalam hutan plum terdiri dari jalan yang tidak rata. Karena akses menuju lokasi melibatkan jalan kaki dari stasiun, pakaian yang santai dan praktis sangat dianjurkan. Karena ini adalah area alam, mohon jaga kebersihan dengan membawa pulang sampah Anda dan jangan merusak tanaman. Berikut detail mengenai pembayaran dan reservasi: