
Panduan
Amabiki Kannon (Rakuhoji) terletak di Kota Sakuragawa, Prefektur Ibaraki, dan merupakan kuil yang memuja Enmei Kannon Bosatsu sebagai dewa utamanya. Dikenal sebagai tempat suci ke-24 dalam ziarah Bando Kannon, kuil ini telah lama menjadi pusat kepercayaan bagi banyak orang, terutama untuk doa keselamatan persalinan, pertumbuhan anak, serta perlindungan dari kemalangan. Keindahan utamanya terletak pada harmoni antara arsitektur suci dan alam sekitarnya yang menawan.
Sejarah kuil ini sangat panjang, dengan tradisi yang diyakini telah dimulai sejak tahun 587. Meskipun duloti merupakan bagian dari aliran Hosso, kemudian berkembang menjadi pusat ajaran Shingon. Pada era Kamakura, berbagai bangunan penting seperti aula Kannon, pagoda Tahoto, dan gerbang Nio dibangun kembali berkat donasi dari Pangeran Songo, putra Kaisar Go-Sagame. Tempat ini juga memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan Kaisar Shozen dan Permaisuri Komyo, menjadikannya situs suci yang telah menjaga kedamaian wilayah ini selama ber centuries.

Pengunjung dapat mengagumi aula tempat bersemayamnya Enmei Kannon Bosatsu serta berbagai bangunan arsitektur kuno yang memancarkan aura sejarah. Keindahan alam di dalam area kuil berubah secara dramatis setiap musim: bunga sakura yang cantik di musim semi, bunga hydrangea yang menawan di awal musim panas, dan dedaunan musim gugur yang berwarna-warni. Pemandangan aula yang berdiri megah di tengah lanskap alam yang asri merupakan ikon yang paling dicari oleh para fotografer dan peziarah.
Pengalaman yang Anda dapatkan akan sangat bergantung pada musim saat Anda berkunjung. Musim semi (awal hingga pertengahan April) menawarkan pemandangan sakura yang memukau. Awal musim panas (awal Juni hingga pertengahan Juli) adalah waktu terbaik untuk melihat hydrangea. Sementara itu, akhir November hingga awal Desember adalah waktu untuk menikmati warna merah musim gugur. Disarankan untuk berkunjung pada siang hari agar dapat mengamati detail arsitektur dan warna tanaman dengan jelas.

Selain melakukan doa untuk keselamatan persalinan atau perlindungan diri, pengunjung juga dapat menikmati jalan santai melalui jalur hiking ringan yang tersedia di sekitar area kuil. Selain itu, terdapat festival budaya tahunan seperti 'Festival Madara Goshin' pada hari Minggu kedua bulan April, serta 'Festival Hydrangea' dari 10 Juni hingga 20 Juli, yang memungkinkan Anda merasakan tradisi lokal yang kental.
Di sekitar kuil, terdapat berbagai tempat bersejarah lainnya. Sekitar 15 menit berkendara, Anda dapat mengunjungi 'Kota Tua Makabe' untuk merasakan suasana zaman Edo. Selain itu, Kuil Gekkozan Gessanji juga terletak sekitar 18 menit dari lokasi. Untuk beristirahat setelah berziarah, terdapat kedai teh dan makanan bernama 'Mikasa' yang terletak dekat dengan area parkir kuil.

Demi kenyamanan bersama, disarankan mengenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang cocok untuk berjalan kaki atau hiking jika ingin menjelajahi jalur alam.