
Panduan
Akasaka Palace (Akasaka Rikyu) terletak di Motoakasaka, Minato-ku, Tokyo, dan merupakan fasilitas tertinggi untuk menyambut tamu negara Jepang. Bangunan utamanya telah ditetapkan sebagai Harta Nasional pada tahun 2009, di mana gaya arsitektur dan perabotannya merupakan aset budaya yang sangat penting dalam sejarah arsitektur modern Jepang. Dahulu digunakan sebagai kediaman Putra Mahkota, saat ini fasilitas ini berfungsi sebagai institusi di bawah Kantor Kabinet untuk menyambut tokoh penting dari dalam maupun luar negeri.
Lokasi ini dulunya adalah bekas kediaman klan Kishu dan pada era Meiji digunakan sebagai kediaman sementara Kaisar Meiji. Sejarah bangunan saat ini dimulai dengan pembangunan pada tahun 1899 (Meiji 32) dan selesai pada tahun 1909 (Meiji 42). Arsitek yang bertanggung jawab adalah Tokuma Katayama, murid dari Josiah Conder yang juga merancang Rokumeikan. Meskipun sempat ada diskusi mengenai fungsionalitas hunian karena gaya Neo-Baroque yang sangat mewah, bangunan ini akhirnya dikenal sebagai Akasaka Palace dan digunakan oleh keluarga Putra Mahkota serta keluarga Kaisar Taisho sebelum akhirnya menjadi fasilitas penyambutan tamu negara seperti sekarang.
Setelah renovasi besar-besaran pada tahun 1974, bangunan ini selesai dalam bentuknya yang sekarang, di mana Presiden Amerika Serikat Gerald Ford menjadi tamu negara pertama yang disambut. Ini adalah bangunan bersejarah yang tumbuh seiring dengan modernisasi Jepang.

Daya tarik utamanya adalah bagian dalam bangunan utama yang merupakan Harta Nasional. Selain eksterior bergaya Neo-Baroque yang menyerupai istana Eropa, bagian dalamnya dipenuhi dengan lampu gantung (chandelier) yang mewah, serta furnitur dan langit-langit dengan dekorasi yang sangat detail. Perpaduan antara estetika tradisional Jepang dan teknologi arsitektur Barat akan memukau setiap pengunjung. Selain itu, Anda dapat melihat bagaimana keindahan estetika Jepang dan gaya Barat selaras di berbagai bagian, termasuk paviliun bergaya Jepang.
Akasaka Palace terbuka untuk umum sepanjang tahun. Meskipun tidak ada perubahan drastis antar musim, tempat ini sangat cocok untuk mengagumi keindahan arsitektur sejarah sambil merasakan perubahan suasana musim. Mengunjungi menjelang waktu senja sangat disarankan, karena perubahan cahaya yang masuk ke dalam bangunan akan memberikan kesan kemegahan yang lebih dalam. Namun, karena jadwal kunjungan dapat berubah, sangat disarankan untuk memeriksa situs resmi terlebih dahulu.

Saat dibuka untuk umum, Anda dapat memperoleh informasi mengenai peran fasilitas ini sebagai tempat penyambutan tamu negara melalui panduan atau materi penjelasan yang tersedia. Ini bukan sekadar kunjungan wisata biasa, melainkan kesempatan berharga untuk merasakan secara visual ruang yang digunakan dalam upacara kenegaraan dan diplomasi Jepang. Mempelajari detail furnitur dan transisi gaya arsitektur akan memperdalam pemahaman Anda tentang sejarah modern Jepang.
Terletak di pusat kota Tokyo, tepatnya di Minato-ku, Akasaka Palace dikelilingi oleh area hijau seperti Istana Kekaisaran (Imperial Palace), Shinjuku Gyoen, dan Yoyogi Park. Anda dapat menikmati perpaduan antara bangunan bersejarah dan ruang terbuka hijau kota. Area Akasaka juga memiliki banyak pilihan restoran dan fasilitas komersial untuk dinikmati sebelum atau sesudah kunjungan Anda.

Mohon perhatikan hal-hal berikut saat berkunjung: