Panduan
Kuil Wakasahiko adalah kuil bersejarah yang dikenal sebagai kuil utama di wilayah Wakasa, Prefektur Fukui. Di kuil ini, diadakan dua ritual penting dalam setahun yang disebut 'Reisai'. Pertama adalah 'Shamosa Reisai' yang diadakan setiap tanggal 10 Maret di Wakasa Hime Jinja (Shamosha). Kedua adalah 'Kamosha Reisai' yang diadakan setiap tanggal 10 Oktober di Kamosha.
Berdasarkan sejarahnya, dewa utama di Shamosa adalah Toyotama-hime no Mikoto (Wakasa Hime Okami), yang menetap di desa Oshiki pada 10 Februari tahun ke-5 era Yoro (721 M), sehingga ritual diadakan pada 10 Maret. Ritual ini merupakan bagian krus dalam menjaga tradisi lokal untuk generasi mendatang dan dilaksanakan dalam suasana yang sangat khidmat.
Daya tarik utama dari ritual ini adalah menyaksikan prosesi ritual tradisional yang dipimpin oleh pendeta Shinto dan pejabat kuil dengan tata cara yang sangat ketat. Upacara yang dilakukan di aula utama (Honden atau Haiden) memberikan kesempatan langka untuk menyentapi akar budaya spiritual Jepang. Keindahan arsitektur kayu bersejarah dan suasana hening saat ritual berlangsung akan memberikan kesan mendalam bagi pengunjung.
Saat ini, upaya pelestarian juga sedang dilakukan, termasuk perbaikan atap aula utama, untuk menjaga bangunan bersejarah ini agar tetap berdiri hingga ratusan tahun mendatang. Dengan menyaksikan ritual ini, Anda dapat melihat langsung bentuk kepercayaan tradisional Jepang.
Ritual diadakan dua kali setahun pada waktu yang berbeda:
Lokasi acara adalah Kuil Wakasahiko (Kamisha dan Shamosha). Karena area ini merupakan tempat yang sangat suci, harap menjaga ketenangan dan rasa hormat saat berkunjung.
| Item | Detail |
|---|---|
| Nama Lokasi | Kuil Wakasahiko |
Ritual ini lebih bersifat upacara keagamaan daripada festival wisata yang meriah. Oleh karena itu, pengunjung diharapkan untuk mengamati ritual dengan tenang dan penuh hormat. Anda dapat merasakan keindahan ruang religius tradisional Jepang melalui kehadiran para pendeta dan mereka yang mengenakan pakaian tradisional.