
Panduan
Festival Hokoshi-sai adalah ritual suci penting yang menandai datangnya musim semi di wilayah Mutsu, diselenggarakan setiap tanggal 10 Maret di Shiogama Jinja, Kota Shiogama, Prefektur Miyagi. Festival ini bermula sebagai ritual 'Hibuse' untuk mencegah kebakaran dan memohon kemakmuran daerah setelah kebakaran besar pada tahun 1682 (Era Tenwa 2). Awalnya, ritual ini menggunakan alat bernama 'Bonten', namun sejak tahun 1733, gaya ritual berkembang menjadi pengangkutan tandu (mikoshi) seperti yang terlihat sekarang. Saat ini, festival ini sangat populer sebagai salah satu dari Tiga Mikoshi Aragamikoshi terbesar di Jepang.
Sorotan utama yang paling dinanti adalah 'Omotesaka Kudari' (Turun di Jalan Utama). Di jalur utama Shiogama Jinja, terdapat 202 anak tangga batu yang sangat curam. Di sinilah 16 orang pengangkat yang mengenakan pakaian putih dan topi Eboshi akan menggotong tandu raksasa seberat sekitar 1 ton dan meluncur turun dengan cepat. Karena disebut 'Aragamikoshi' yang bergerak mengikuti kehendak dewa, gerakan tandu yang tak terduga ini akan memberikan sensasi ketegangan dan kegembiraan yang luar biasa bagi penonton. Selain itu, iring-iringan yang diikuti oleh lebih dari 500 anak kecil (Chigo) dengan kostum mewah akan menambah kemegahan dan keindahan suasana festival.
Festival diadakan setiap tahun pada tanggal 10 Maret. Berikut adalah jadwal utama pada hari tersebut:
Lokasi utama adalah di sekitar Shiogama Jinja, Kota Shiogama, Prefektur Miyagi.
Momen saat tandu meluncur turun di tangga curam sangat cepat dan mendebarkan, membuat penonton menahan napas. Keunikan utama festival ini adalah ketegangan saat melihat gerakan tandu yang tak terdukan. Selain itu, prosesi 'Kangi' saat tandu kembali ke kuil memberikan suasana yang sangat sakral sebagai penutup festival.
Karena diadakan pada awal Maret, suhu udara masih cukup dingin. Disarankan mengenakan pakaian hangat atau jaket tebal. Saat menonton, harap menjaga etika dengan tidak memposisikan diri lebih tinggi dari tandu (menunduk/melihat ke bawah secara tidak sopan terhadap dewa). Pastikan Anda menonton dari area aman yang telah ditentukan. Tersedia parkir gratis (kapasitas ±350 mobil) di area kuil, namun sangat disarankan menggunakan transportasi umum karena kondisi yang sangat padat.