
Panduan
Festival Kakudate adalah perayaan ritual untuk Shinmei-sha dan Jojuin Yakushido, yang terletak di wilayah Kakudate, Sembetsu, Prefektur Akita. Diselenggarakan setiap tahun dari tanggal 7 hingga 9 September, festival ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Penting Nasional Jepang. Berlatar belakang sejarah Kakudate yang berkembang sebagai kota kastil keluarga Satake, festival ini menampilkan parade 'Hikiyama' (kereta hias) yang sangat mewah di tengah pemandangan kota tua dengan deretan rumah samurai yang indah. Festival ini bukan sekadar acara tradisional, melainkan peran vital dalam mewariskan sejarah dan budaya lokal kepada generasi mendatang.
Daya tarik utama festival ini adalah parade 'Hikiyama' yang beratnya mencapai sekitar 3 ton. Struktur kayu yang kokoh dihiasi dengan boneka-boneka indah yang menggambarkan adegan Kabuki atau tokoh sejarah, menciptakan pemandangan yang luar biasa. Momen paling mendebarkan adalah 'Yamabutsuke' atau 'Yamabutsuke no Hikiyama', di mana dua kereta hias saling berhadapan dan terkadang bertabrakan dengan penuh semangat. Khusus pada hari kedua (tanggal 8), sering diadakan 'benturan untuk tujuan wisata' agar pengunjung dapat merasakan sensasi ketegangan festival secara langsung.
Selain itu, di atas kereta hias, Anda dapat mendengarkan alunan 'Oyama-bayashi' yang dimainkan dengan suling Shinobue, drum Taiko, dan Shamisen. Harmoni antara irama musik dan tarian 'Te-odori' yang dibawakan oleh penari berbaju tradisional memberikan sentuhan keindahan yang tenang di tengah keriuhan festival. Nikmati perpaduan antara musik, tarian, dan gerakan kereta yang kuat dalam suasana musim gugur yang sejuk, sebuah pengalaman autentik Jepang yang tak terlupakan.
Festival berlangsung selama 3 hari dengan ritual yang berbeda setiap harinya.
Pusat perayaan berada di sekitar area kota Kakudate, serta di sekitar kuil Shinmei-sha dan Jojuin Yakushido.
| Item | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Sekitar Shinmei-sha & Jojuin Yakushido |
Festival Kakudate didasarkan pada tradisi lokal yang sangat ketat. Ada aturan unik seperti perlunya izin dari 'Hariban' (penjaga wilayah) saat kereta melewati batas wilayah tertentu. Saat berkunjung, harap sadari bahwa ini adalah ritual suci bagi warga setempat, bukan sekadar hiburan biasa. Perhatikan juga momen unik saat dua kereta saling berhadapan untuk melihat proses 'negosiasi' tradisional yang khas.
Karena festival diadakan di area jalanan bersejarah, disarankan mengenakan pakaian yang nyaman untuk berjalan kaki.